Produksi Tempe Kedelai di Kota Tembilahan dalam Perspektif Ekonomi Islam
Abstract
Produksi tempe kedelai merupakan usaha yang dijalankan oleh pemilik tempe
kedelai di kota Tembilahan dengan bahan baku kedelai yang difermentasi dan
memiliki nilai gizi yang baik bagi kesehatan manusia. Namun dalam
memproduksi masih adanya masyarakat yang belum mengetahui bagaimana cara
memproduksi menurut ajaran Islam. Adanya kendala dalam hal produksi yaitu
masih ditemukannya ampas dalam kedelai serta harga bahan baku yang tidak
stabil. Selain itu cara pengemasan juga masih menggunakan cara tradisional
dalam perekatan pada kemasan yang masih menggunakan pelita sebagai alat
perekat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi tempe kedelai di kota
Tembilahan dan mengetahui produksi tempe kedelai dalam perspektif ekonomi
Islam.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini yang menjadi subjek
penelitian adalah pemilik tempat produksi tempe kedelai di kota Tembilahan yang
berjumlah 4 pemilik tempe. Sedangkan objek penelitiannya adalah produksi
tempe kedelai di kota Tembilahan dalam perspektif ekonomi Islam. Pengumpulan
datanya dengan wawancara, observasi dan dokumentasi.
Berdasarkan hasil penelitian produksi tempe kedelai tersebut melakukan proses
produksi setiap hari dengan bahan utama kedelai dan ragi. Terdapat norma dan
etika dalam produksi Islam diantaranya adalah Ihsan dan itqan (sungguhsungguh)
dalam berusaha, Iman, Taqwa, Masalahah dan Istiqamah, bekerja pada
bidang yang dihalalkan Allah.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah produksi tempe kedelai belum sepenuhnya
melakukan proses produksi menurut perspektif ekonomi Islam, hal ini dapat
dilihat dari ketidaksesuaian dalam penerapan bekerja pada bidang yang dihalalkan
Allah yaitu pada salah satu tempat produksi yaitu penerapan sistem pengupahan
kepada pekerja dan pengurangan timbangan yang telah diatur dalam surah Al-
Hadid ayat 25 dan Al-Isra ayat 35.
