Show simple item record

dc.contributor.advisorSain, Moh.
dc.contributor.authorSarkawi, Sarnobi Rezki
dc.date.accessioned2022-04-13T02:04:40Z
dc.date.available2022-04-13T02:04:40Z
dc.date.issued2022-04-13
dc.identifier.urihttps://repository.stai-tbh.ac.id/handle/123456789/240
dc.description.abstractPada era sekarang ini banyak murid yang mengandalkan pikirannya dan mengandalkan kepandaiannya sehingga lupa tentang etika pada guru (menghormati guru) padahal pelajar itu akan mendapt ilmu dan memanfaatkan ilmunya kecuali menghormati ilmu dan ahli ilmu serta menghormati gurunya. Begitu juga dengan mencari guru yang baik menurut anjuran Islam. Tujuan Penelitian untuk mengetahuai pendapat tentang adab menghormati guru dan cara memilih guru yang baik menurut Imam Al-Ghazali. Penelitaan mendasar pada studi kepustakaan (Liberary Research), dimana peneliti mengunakan pendekatan deskriftif. Sumber data primer yang di gunakan dalam penelitian ini dalam Kitab Bidayatul Hidayah karangan Imam Al-Ghazali. teknik pengumpulan data yang dapat digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka dengan dokumentasi. Dalam penelitian ini penulis juga menganalisis perasamaan pendapat Imam Al-Ghazali tentang adab murid menghormati guru dan cara memilih guru yang baik dan relevansinya dengan pendapat para ahli yang lainnnya. Maka dapat disimpulkan bahwa; 1)Adab murid menghormati guru menurut Imam Al-Ghazali yaitu;menghormati guru dengan salam, tidak berbicara sebelum ditanya.tidak menyangkal ucapan guru, tidak mengucapkan sesuatu yang berbeda, tidak boleh bertanya kepada teman duduk, tidak boleh menoleh kiri kanan, akan tetapi harus duduk sopan, tidak banyak bertanya ketika gurunya sedang kelihatan lelah, Jika guru berdiri, murid harus memberinya jalan. tidak boleh menyela pembicaraan guru. tidak boleh bertanya kepada guru ditengah jalan, sebelum sampai ke tempat yang dituju. 2)Cara memilih guru yang baik menurut Imam Al-Ghazali yaitu yaitu; seorang guru memiliki sikap sabar, tabah, memiliki wibawa, tidak sombong, santun, rendah hati, tidak suka bercanda, berlaku lembut, hati-hati terhadap orang yang sombong, memperbaiki akhlak orang yang dungu dengan isyarat, tidak memandang rendah pada jawaban “aku tidak tahu”, berusaha memberi jawaban yang mudah untuk dipahami, mau menerima hujjah, tunduk kepada kebenaran dan kembali kepadanya, melarang murid mempelajari ilmu yang bisa menimbulkan mudharat, Mencegah murid dari mendahulukan rafdhu kifayah. Guru menunjukan ketakwaan agar menjadi contoh bagi murid.id_ID
dc.language.isoidid_ID
dc.publisherSTAI Auliaurrasyidin Tembilahanid_ID
dc.relation.ispartofseriesSarnobi Rezki Sarnawi Skripsi;1209.17.08130
dc.subjectResearch Subject Categories::SOCIAL SCIENCES::Social sciences::Educationid_ID
dc.titleAdab Murid Terhadap Guru dalam Kitab Bidayatul Hdayah Perspektif Imam Al-Ghazali dan Relevansinya dengan Tokoh Lainid_ID
dc.typeThesisid_ID


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record