Show simple item record

dc.contributor.advisorLisa, Hendro
dc.contributor.authorSari, Ernita
dc.date.accessioned2022-05-20T03:38:48Z
dc.date.available2022-05-20T03:38:48Z
dc.date.issued2022-05-20
dc.identifier.urihttps://repository.stai-tbh.ac.id/handle/123456789/251
dc.description.abstractPenelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya suatu masalah dimana praktek jual-beli kredit bukan hanya karena faktor kebutuhan, namun ada juga karena keinginan masyarakat untuk memiliki dan memakai pakaian yang bagus untuk menaikkan status sosial di lingkungannya. Demi memakai pakaian yang bagus supaya dipandang masyarakat bisa menyebabkan kemacetan dalam pembayaran. Karena setiap bulannya tidak bisa membayar angsuran. Hal ini akan mengakibatkan bertumpuknya hutang dan menimbulkan keburukan untuk dirinya sendiri maupun orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hukum jual beli baju dengan harga tunai dan kredit dalam perspektif ekonomi islam di Desa Tekulai Hilir. Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah penjual dan pembeli baju sedangkan objek penelitiannya adalah hukum jual beli baju dengan harga tunai dan kredit dalam perspektif ekonomi islam di Desa Tekulai Hilir. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian lapangan dengan menggunakan metode kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Data Primer dan Data Sekunder. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampel jenuh terdiri dari 3 orang sebagai penjual, sedangkan pembeli tidak diketahui sehingga menggunakan teknik Non Probability Sampling. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara dan observasi. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: Hasil dari hukum jual beli baju dengan harga tunai dan kredit dalam perspektif ekonomi Isam. Praktik jual beli baju yang di lakukan belum dapat dikatakan baik sebab ada beberapa kesalahan yang dapat menyebabkan bertumpuknya hutang dan menimbulkan keburukan untuk dirinya sendiri maupun orang lain. Karena ada beberapa sebagian masyarakat yang belum sepenuhnya memahami tentang jual beli. Dari segi ijab qabul tidak ada penyelasan mengenai batas keterlambatan dalam pembayaran yang disebabkan oleh adanya pembeli yang selalu menunda-nunda pembayaran demi membiyayai kebutuhan yang lain.id_ID
dc.language.isoidid_ID
dc.publisherSTAI Auliaurrasyidin Tembilahanid_ID
dc.relation.ispartofseriesErnita Sari Skripsi;1209.17.08282
dc.subjectResearch Subject Categories::SOCIAL SCIENCES::Business and economics::Business studiesid_ID
dc.titleHukum Jual Beli Baju Dengan Harga Tunai Dan Kredit Dalam Perspektif Ekonomi Islam di Desa Tekulai Hilirid_ID
dc.typeThesisid_ID


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record