Show simple item record

dc.contributor.advisorSai'in, Sai'in
dc.contributor.authorWartoyo, Eko
dc.date.accessioned2022-07-22T15:02:09Z
dc.date.available2022-07-22T15:02:09Z
dc.date.issued2022-07-22
dc.identifier.urihttps://repository.stai-tbh.ac.id/handle/123456789/280
dc.description.abstractPenelitian ini dilatarbelakangi oleh dimana sebagian besar pemilik dan penggarap melakukan kerjasama atas dasar kekeluargaan atau kepercayaan dimana akad tersebut dilakukan hanya secara lisan. Hal ini menyebabkan ada salah satu pihak dirugikan, misalnya petani penggarap kebun kelapa sawit tidak jujur, tidak menepati janji, dan tidak amanah dalam bekerja. Dan pada saat perjanjian (akad) antara ke dua belah pihak tidak menentukan batas waktu kerja sama tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan kerjasama musaqoh pada perkebunan kelapa sawit dan untuk mengetahui perspektif ekonomi Islam terhadap pelaksanaan kerjasama musaqoh pada perkebunan kelapa sawit di Desa Pengalihan. Dalam penelitian yang menjadi subjek penelitian adalah pemilik dan penggarap di desa Pengalihan, sedangkan objek penelitiannya adalah Pelaksanaan Kerjasama musaqoh pada Perkebunan Kelapa Sawit Perspektif Ekonomi Islam di Desa Pengalihan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang dikumpulkan dari deskripsi atau narasi. Pengambilan sampel menggunakan teknik porposive sampling. Dalam teknik analisis data peneliti menggunakan teknik Miles & Huberman. Penelitian ini dilakukan selama tiga bulan sejak tanggal 08 Juni–08 September 2021 Hasil temuan penelitian menunjukan dalam pelaksanaan akad musaqoh yang dilakukan atas persetujuan kedua belah pihak. Tidak ada unsur pemaksaan dalam kerjasama bagi hasil kebun kelapa sawit. Dan ada beberapa syarat yang harus disetujui oleh kedua belah pihak dalam melakukan kerjasama musaqoh. Dengan jangka waktu pelaksanaan 3-4 tahun. Pembagian bagi hasil (musaqoh) antara bervariasi dan dalam kesepakatan pengeluaran biaya selama masa pengerjaan itu kebanyakaan ditanggung oleh si penggarap. Dalam ekonomi Islam kerjasama akad musaqoh yang terjadi mengalami beberapa kendala yang dirasakan oleh kedua belah pihak. Si penggarap dirugikan atas tanggungan semua biaya atas pengerjaan pengaronan kelapa sawit tersebut. Dan si pemilik dirugikan atas pengerjaan si penggarap yang malas-malasan saat panen sehingga menyebabkan harga jual kelapa sawit menjadi rendah karena keterlambatan panen. Hasil kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kerjasama musaqoh di Desa Pengalihan belum sepenuhnya mengalami kerjasama yang baik atau ada pihak yang dirugikan.id_ID
dc.language.isoidid_ID
dc.publisherSTAI Auliaurrasyidin Tembilahanid_ID
dc.relation.ispartofseriesEko Wartoyo Skripsi;1209.16.07965
dc.subjectResearch Subject Categories::SOCIAL SCIENCES::Business and economics::Economicsid_ID
dc.titlePelaksanaan Kerjasama Musaqoh pada Perkebunan Kelapa Sawit Perspektif Ekonomi Islam di Desa Pengalihan Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilirid_ID
dc.typeThesisid_ID


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record