Penerapan Metode Diskusi Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di SMP Negeri I Atap Harapan Jaya Kecamatan Tempuling
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi karena, masih terdapat
guru yang kurang membimbing siswa pada saat pelaksanaan
diskusi. Hal tersebut dapat dibuktikan melalui hasil studi
pendahuluan yakni masih ada siswa kurang aktip saat
melaksanakan metode diskusi dilihat dari pada saat
pelajaran berlangsung hanya dua atau 3 orang siswa yang
mengerjakan tugas dan aktif pada saat diskusi sedangkan
yang lain hanya menunggu hasil.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah
bagaimanakah penerapan metode diskusi dalam pembelajaran
pendidikan agama Islam di Sekolah Menengah Pertama Negeri I
Atap Harapan Jaya Kecamatan Tempuling, seberapa besarkah
persentase penerapan metode diskusi dalam pembelajaran
pendidikan agama Islam di Sekolah Menengah Pertama Negeri I
Atap Harapan Jaya Kecamatan Tempuling dan Apasajakah
faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan metode diskusi
dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di Sekolah
Menengah Pertama Negeri I Atap Harapan Jaya Kecamatan
Tempuling.
Jenis penelitian yang digunakan deskriftif kualitatif.
Sampel dalam penelitian ini sebanyak 1 orang guru
Pendidikan Agama Islam. Pengumpulan data dalam penelitian
ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi.
Teknik analisa data menggunakan rumus persentase.
Penerapan Metode Diskusi Dalam Pembelajaran Pendidikan
Agama Islam Di Sekolah Menengah Pertama Negeri I Atap
Harapan Jaya Kecamatan Tempuling telah dilaksanakan dengan
baik. Persentase yang diperoleh guru dalam menerapkan
Metode Diskusi Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di
Sekolah Menengah Pertama Negeri I Atap Harapan Jaya
Kecamatan Tempuling Merah yakni adalah 75% dan dikategori
“Baik” karena berada pada interval 61-80%.
Faktor-faktor yang mempengaruhi adalah bahwa guru
Pendidikan Agama Islam telah merumuskan tujuan pembelajaran
sebelum melaksanakan proses belajar mengajar. Guru
Pendidikan Agama Islam telah menerapkan pelaskanaan metode
diskusi dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk
mengemukakan pendapatnya tentang isi materi yang sedang
dibahas.
