Show simple item record

dc.contributor.advisorSiswanto, Iwan
dc.contributor.authorSafitri, Atika Nur
dc.date.accessioned2023-01-19T02:57:04Z
dc.date.available2023-01-19T02:57:04Z
dc.date.issued2023-01-19
dc.identifier.urihttps://repository.stai-tbh.ac.id/handle/123456789/386
dc.description.abstractSetiap usaha yang dijalankan terkadang belum cukup untuk memenuhi semua kebutuhan yang ada. Untuk mengatasi permasalahan itu tanpa harus membuat kehilangan barang berharga, maka hadirlah praktik gadai ini di tengah-tengah masyarakat. Namun dalam pelaksanaannya, tidak menutup kemungkinan akan terjadi hal yang menyimpang dari aturan Islam, mengingat kebanyakan masyarakat yang masih menerapkan sistem gadai yang berasal dari zaman penjajahan dan menggunakan hukum adat. Penelitian ini berawal dari terjadinya beberapa pelaksanaan gadai tanah yang dilakukan oleh masyarakat Desa Surayya Mandiri Kecamatan Mandah yang tidak memiliki batasan waktu pembayaran dan keseluruhan manfaat barang gadai yang menjadi milik si penerima secara utuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan gadai tanah di Desa Surayya Mandiri dan juga untuk mengetahui pandangan ekonomi Islam terhadap pelaksanaan gadai di Desa Surayya Mandiri Kecamatan Mandah. Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah masyarakat Desa Surayya Mandiri yang melakukan gadai. Sedangkan objek penelitiannya adalah pelaksanaan gadai tanah di Desa Surayya Mandiri Kecamatan Mandah dalam perspektif ekonomi Islam. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan datanya dengan menggunakan metode wawancara dan dokumentasi mengenai pelaksanaan gadai tanah di Desa Surayya Mandiri Kecamatan Mandah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan gadai tanah yang yang dilakukan oleh masyarakat Desa Surayya Mandiri masih terdapat beberapa hal pada rukun dan syarat yang tidak terpenuhi. Seperti gadai yang dilakukan berdasarkan hukum adat, tidak adanya batasan waktu dalam gadai, murtahin menguasai manfaat atas tanah sehingga menyebabkan adanya riba dan menyebabkan kerugian bagi rahin. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan gadai tanah yang dilakukan oleh masyarakat Desa Surayya Mandiri belum sesuai dengan prinsip ekonomi Islam. Gadai yang dilakukan oleh masyarakat Desa Surayya Mandiri ini tidak menerapkan sistem gadai tanah dengan cara sistem gadai dalam Islam sehingga menyebabkan adanya pihak yang merasa dirugikan.id_ID
dc.language.isoidid_ID
dc.publisherSTAI Auliaurrasyidin Tembilahanid_ID
dc.relation.ispartofseriesAtika Nur Safitri Skripsi;1209.18.08567
dc.subjectResearch Subject Categories::SOCIAL SCIENCES::Business and economics::Economicsid_ID
dc.titlePelaksanaan Gadai Tanah di Desa Surayya Mandiri Kecamatan Mandah dalam Perspektif Ekonomi Islamid_ID
dc.typeThesisid_ID


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record