Show simple item record

dc.contributor.advisorFerdinan, Ferdinan
dc.contributor.authorAmelia, Nengsih
dc.date.accessioned2023-01-31T02:22:39Z
dc.date.available2023-01-31T02:22:39Z
dc.date.issued2023-01-31
dc.identifier.urihttps://repository.stai-tbh.ac.id/handle/123456789/392
dc.description.abstractPemilik cafe getha di kota Tembilahan menggunakan strategi promosi melalui mulut ke mulut. Namun dalam mempromosikan masih ada masyarakat yang belum mengetahui cara promosi menurut ajaran Islam. Adanya kendala dalam hal promosi yaitu promosi yang dilakukan melalui penyampaian mulut ke mulut justru bisa mengandung kebohongan dan penipuan (melebih-lebihkan apa yang mereka promosikan agar penjualannya laku). Tidak sesuai dengan promosi dalam Islam. Selain itu dapat dikhawatirkan dapat menimbulkan penyimpangan strategi promosi yang dilarang dalam syariat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi promosi mulut ke mulut yang dilakukan oleh pemilik Cafe Getha Di Kota Tembilahan dan mengetahui strategi promosi usaha Cafe Getha di Kota Tembilahan dalam Perpektif Ekonomi Islam. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. penelitian yang menjadi subjek penelitian adalah karyawan dan pembeli di cafe getha kota Tembilahan. Sedangkan objek adalah strategi promosi usaha cafe getha di Kota Tembilahan dalam perspektif ekonomi Islam. Pengambilan sampel dengan teknik Snowbell Sampling. Dengan menggunakan metode pengumpulan data dengan cara wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian promosi cafe getha tersebut melakukan proses promosi melalui cara tradisional yaitu melalui penyampaian dari mulut ke mulut. Terdapat etika komunikasi bisnis Islam diantaranya adalah kejujuran,keakuratan informasi, bebas dan bertanggung jawab, adil dan tidak memihak, kritik-konstruktif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah proses promosi Cafe Getha belum sepenuhnya melakukan proses promosi menurut perspektif ekonomi Islam, hal ini dapat dilihat dari etika komunikasi bisnis Islam pada bagian kritik-konstruktif yang mana seharusnya sebagai pembeli/konsumen di Cafe harus berani menyampaikan kritik, bukan berdiam saat ada ketidaksesuaian di cafe. Ketika pembeli dan pihak cafe terbuka maka cafe getha pun akan menjadi cafe yang lebih baik lagi kedepannya.id_ID
dc.language.isoidid_ID
dc.publisherSTAI Auliaurrasyidin Tembilahanid_ID
dc.relation.ispartofseriesNengsih Amelia Skripsi;1209.17.08261
dc.subjectResearch Subject Categories::SOCIAL SCIENCES::Business and economics::Economicsid_ID
dc.titleAnalisis Strategi Promosi Usaha Cafe Getha di Kota Tembilahan Dalam Perspektif Ekonomi Islamid_ID
dc.typeThesisid_ID


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record