Show simple item record

dc.contributor.advisorRisviyaldi, Risviyaldi
dc.contributor.authorKhairunnisa, Khairunnisa
dc.date.accessioned2023-02-22T06:27:33Z
dc.date.available2023-02-22T06:27:33Z
dc.date.issued2023-02-22
dc.identifier.urihttps://repository.stai-tbh.ac.id/handle/123456789/415
dc.description.abstractPertumbuhan ekonomi merupakan masalah jangka panjang yang dilihat dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) untuk Provinsi dan Kabupaten. Beberapa penyebab penurunan PDRB seperti tingkat kemiskinan yang masih tinggi karena kesenjangan pendapatan, kenaikan upah minimum yang tidak seimbang dengan produktivitas dan tenaga kerja, pendapatan yang tidak sesuai dengan harga barang, kenaikan inflasi yang menyebabkan daya beli berkurang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh: 1) inflasi terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Indragiri Hilir, 2) Kemiskinan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Indragiri Hilir, 3) Upah minimum regional terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Indragiri Hilir, 4) Inflasi, kemiskinan, UMR terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Indragiri Hilir. Subjek penelitian ini adalah pertumbuhan ekonomi Kabupaten Indragiri Hilir 2014-2020. Sedangkan objeknya adalah Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Indragiri Hilir 2014-2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui data sekunder yang berasal dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Indragiri Hilir merupakan data time series tahun 2014-2020, dengan menggunakan teknik dokumentasi. Sampelnya data PDRB, inflasi, kemiskinan, dan UMR Kabupaten Indragiri Hilir selama tujuh tahun, menggunakan teknik metode non probality sampling yang berupa sampel jenuh. Serta analisisnya Microsoft Excel 2010 dengan 3 uji, yaitu uji normalitas, regresi linear berganda, dan hipotesis. Hasil regresi menunjukkan bahwa koefisien regresi inflasi bernilai 0,27, koefisien regresi kemiskinan bernilai 0.92, koefisien regresi UMR bernilai -0.17, dengan konstanta bernilai -5.68. Secara parsial thitung inflasi bernilai 2,306, kemiskinan bernilai 8,3404, UMR bernilai 2,147 dengan nilai ttabel 1,943. Secara simultan Fhitung sebesar 0.01< Ftabel sebesar 0,108. Sehingga dapat disimpulkan apabila variabel bebas (inflasi, kemiskinan, UMR) bernilai nol, maka variabel terikat (pertumbuhan ekonomi) mengalami penurunan atau memperlambat pertumbuhan ekonomi sebesar 5.68%. secara parsial, inflasi berpengaruh negatif secara signifikan terhadap PDRB, kemiskinan berpengaruh negatif secara signifikan terhadap PDRB, UMR berpengaruh positif secara signifikan terhadap PDRB. Secara simultan, terdapat pengaruh yang tidak signifikan antara inflasi, kemiskinan, UMR dengan pertumbuhan ekonomi.id_ID
dc.language.isoidid_ID
dc.publisherSTAI Auliaurrasyidin Tembilahanid_ID
dc.relation.ispartofseriesKhairunnisa Skripsi;1209.18.08575
dc.subjectResearch Subject Categories::SOCIAL SCIENCES::Business and economics::Economicsid_ID
dc.titleAnalisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Indragiri Hilir 2014-2020id_ID
dc.typeThesisid_ID


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record