Penerapan Etika Bisnis Islam Pada Pedagang Sembako Di Pasar Desa Pulau Palas
Abstract
Penelitian ini di latar belakangi oleh prinsip perdagangan yang telah
ditentukan dalam Islam sangat mementingkan tolak ukur dari sebuah kejujuran,
kepercayaan dan ketulusan atau sering disebut dengan etika dalam berdagang.
Akan tetapi berdasarkan observasi yang penulis lakukan di lapangan masih ada
sebagian para pedagang sembako di Pasar Desa Pulau Palas yang mengabaikan
etika bisnis Islam dalam menjalankan bisnisnya terutama dalam etika komunikasi
bisnisnya, masih ada yang mengabaikan etika komunikasi bisnis Islam. Dimana
masih ada para pedagang yang mengabaikan para pembeli yang datang, masih ada
para pedang yang tidak jujur dengan harga barang yang di jualnya.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang bagaimana cara etika
berkomunikasi bisnis Islam pada pedagang sembako di Pasar Desa Pulau Palas
yang baik dan faktor yang mempengaruhi etika bisnis Islam pada pedagang
sembako di Pasar Desa Pulau Palas. Subjek penelitian ini adalah pedagang
sembako di Pasar Desa Pulau Palas Kecamatan Tembilahan Hulu. Dan objek
penelitian ini adalah pelaksanaan etika komunikasi Bisnis Islam, dan faktor-faktor
yang mempengaruhi etika bisnis Islam pada pedagang sembako di Pasar Desa
Pulau Palas.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan
metode deskriptif kualitatif. Pengambilan sampel pada penelitian ini
menggunakan Teknik Sampling Jenuh. sehingga jumlah sampel sumber data yng
dilakukan ada 10 pedagang sembako. Teknik pengumpulan data adalah
wawancara observasi dan dokumentasi. Dalam uji validitas dan reliabilitas data
peneliti menggunakan teknik trianggulasi data.
Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa para pedagang sembako di
Pasar Desa Pulau Palas dalam melakukan Etika komunikasi bisnisnya sudah
melakukan dengan baik. Dengan hasil, mencapai angka 71.18% dan dikategorikan
baik, karena terletak pada 61%-80%. Dan faktor yang mempengaruhi etika bisnis
Islam pada pedagang sembako di Pasar Desa Pulau Palas adalah. Faktor
penghambat, karena faktor pendidikan, dan faktor usia yang masih muda. Faktor
pendukung adalah bersikap ramah pada setiap konsumen, sopan dalam melayani
konsumen yang datang, dan tidak membeda-bedakan harga antar pembeli yang
datang.
