Implementasi Penilaian Autentik Aspek Kognitif Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Negeri 016 Batang Tumu Kecamatan Mandah
Abstract
Salah satu penekanan dalam kurikulum 2013 adalah
penilaian autentik (authentic assessment). Menurut
kurikulum 2013 ini penilaian autentik menjadi penekanan
yang serius di mana guru dalam melakukan penilaian
hasil belajar peserta didik benar-benar memperhatikan
penilaian autentik. Permasalahan dalam penelitian ini
dirumuskan sebagai berikut: Bagaimana implementasi
penilaian autentik aspek kognitif pada mata pelajaran
Pendidikan Agama Islam kelas tinggi di Sekolah Dasar
Negeri 016 Batang Tumu Kecamatan Mandah, dan apa
faktor-faktor yang mempengaruhinya?
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
implementasi penilaian autentik aspek kognitif pada
mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas tinggi di
Sekolah Dasar Negeri 016 Batang Tumu Kecamatan Mandah,
dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif
kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 1
orang guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas
tinggi di Sekolah Dasar Negeri 016 Batang Tumu
Kecamatan Mandah. Data dalam penelitian ini dikumpulkan
dengan menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi.
Selanjutnya data yang terkumpul dianalisa dengan
menggunakan rumus persentase P = F
⁄N × 100%.
Hasil analisa data melalui wawancara tertutup dan
wawancara terbuka dapat disimpulkan sebagai berikut:
Implementasi penilaian autentik aspek kognitif pada
mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar
Negeri 016 Batang Tumu Kecamatan Mandah, mencapai angka
58,12% dan dikategorikan cukup baik, karena angka
58,12% terletak pada interval 41% - 60%. Faktor-faktor
yang mempengaruhi cukup baiknya implementasi penilaian
autentik aspek kognitif pada mata pelajaran Pendidikan
Agama Islam di Sekolah Dasar Negeri 016 Batang Tumu
Kecamatan Mandah, adalah sebagai berikut: Faktor
Internal: Sikap siswa yang banyak diam dan pasif dalam
kegiatan pembelajaran. Motivasi belajar siswa masih
perlu dikembangkan. Faktor Eksternal: Upaya yang
dilakukan guru untuk menumbuhkan pengetahuan, ingatan,
dan pemahaman terhadap materi masih dapat ditingkatkan
dan diperbaiki lagi. Strategi belajar yang diterapkan
guru belum variatif sehingga menimbulkan kebosanan.
