Tugas Guru Pendidikan Agama Islam Sebagai Evaluator Dalam Proses Pembelajaran di SMPN 02 Gaung Anak Serka
Abstract
Sebagai evaluator guru berperan untuk mengumpulkan
data atau informasi tentang keberhasilan pembelajaran yang
telah dilakukan.
Tujuan dalam penelitian adalah untuk mengetahui
bagaimana tugas guru pendidikan agama Islam sebagai
evaluator dalam proses pembelajaran serta apa saja faktor
yang mempengaruhi tugas guru pendidikan agama Islam sebagai
evaluator dalam proses pembelajaran.
Subjek dalam penelitian ini adalah guru pendidikan
agama Islam yang berjumlah 2 orang di SMPN 02 Gaung Anak
Serka. Objek dalam penelitian ini adalah tugas guru
pendidikan agama Islam sebagai evaluator dalam proses
pembelajaran di SMPN 02 Gaung Anak Serka. Karena jumlah
populasi yang akan diteliti kurang dari 100, maka peneliti
menggunakan sampel sejumlah populasi yang ada. Sedangkan
teknik pengumpulan data peneliti menggunakan teknik Angket,
wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisa data yang
digunakan adalah analisa data kuantitatif karena data lebih
banyak dikumpulkan dan dipresentasikan dalam bentuk angka.
Berdasarkan hasil penelitian melalui angket dapat
penulis simpulkan bahwa, tugas guru pendidikan agama Islam
sebagai evaluator dalam proses pembelajaran di SMPN 02
Gaung Anak Serka, memperoleh persentase 72,11% dan dapat
dikatagorikan “Baik” karena terletak diantara rentang 61-
80%. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu: Guru
memberikan penilaian kepada siswa dalam kegiatan
pembelajaran dari segi aspek kognitif, bagi siswa yang
aktif, kreatif serta mampu mengerjakan soal yang guru
berikan dalam kegiatan pembelajaran. Guru memberikan
penilaian kepada siswa dalam kegiatan pembelajaran dari
segi aspek Apektif, bagi siswa yang menunjukkan tata krama,
santun dalam berbicara maupun bersikap ketika menerima
materi pelajaran yang guru berikan. Guru memberikan
penilaian kepada siswa dalam kegiatan pembelajaran dari
segi aspek Psikomotor, bagi siswa yang memiliki keberanian
bertanya dan menjawab di dalam kegiatan pembelajaran. Guru
memberikan penilaian bagi siswa yang mampu mengolah sendiri
materi pelajaran. Guru memberikan penilaian bagi siswa yang
memanfaatkan teknologi berupa HP serta memanfaatkan sumber
belajar selain buku paket mengenai materi yang akan
dipelajari.
