Kemampuan Guru dalam Keterampilan Bertanya Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Negeri 003 Sungai Luar Kecamatan Batang Tuaka
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi karena masih adanya
guru yang kurang menerapkan keterampilan bertanya pada
proses pembelajaran. Hal itu dibuktikan melalui observasi
awal yakni masih adanya guru yang mengajukan pertanyaan yang
berbelit-belit, guru masih kesulitan dalam menyampaikan
pertanyaaan yang memancing siswa untuk menjawab, guru masih
cenderung mendominasi kelas dengan metode ceramahnya dan
kurang mengajukan pertanyaan, guru masih menjawab
pertanyaannya sendiri.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
kemampuan guru dalam keterampilan bertanya dan untuk
mengetahui hasil persentase dari kemampuan guru dalam
keterampilan bertanya serta untuk mengetahui faktor-faktor
yang harus diperhatikan guru dalam ketarampilan bertanya
pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar
Negeri 003 Sungai Luar Kecamatan Batang Tuaka.
Jenis penelitian yang digunakan deskriptif
kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 2 orang
guru Pendidikan Agama Islam. Data dalam penelitian ini
dukumpulkan dengan menggunakan teknik Observasi, wawancara,
dan dokumentasi. Selanjutnya data yang dikumpul dianalisa
dengan menggunakan rumus persentase yakni 𝑃 =
𝐹
𝑁
𝑋 100%.
Hasil dari penelitian ini adalah Kemampuan Guru dalam
Keterampilan Bertanya Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama
Islam di Sekolah Dasar Negeri 003 Sungai Luar Kecamatan
Batang Tuaka dikategorikan Baik, mencapai angka 74,79%
karena terletak pada interval 61%-80%. Adapun faktor yang
harus diperhatikan guru dalam keterampilan bertanya pada
mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar
Negeri 003 Sungai Luar Kecamatan Batang Tuaka adalah
kejelasan dan kaitan pertanyaan, kecepatan dan selang waktu,
arah dan distribusi penunjukkan, teknik penguatan, teknik
menuntun, teknik menggali, pemusatan, dan pindah gilir.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa:
guru mampu mengungkapkan pertanyaan secara jelas, memberikan
informasi yang menjadi acuan pertanyaan, memindahkan giliran
menjawab pertanyaan, menyebarkan pertanyaan kepada seluruh
siswa, menyebarkan pertanyaan kepada seluruh siswa,
memberikan tuntunan kepada siswa yang kesulitan menjawab,
mengurutkan pertanyaan yang diajukan kepada siswa, mendorong
terjadinya interaksi antar peserta didik.
