Usaha Produksi Gula Merah dalan Meningkatkan Pendapatan Petani di Desa Bagan Jaya Menurut Perspektif Ekonomi Islam
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya usaha produksi gula merah yang
dilakukan petani diharapkan mampu meningkatkan pendapatan. Namun
pendapatan yang diterima petani mengalami kenaikan dan penurunan disebabkan
porsi produksi gula merah tidak menentu. Selain itu, naik turunnya harga jual gula
merah juga berakibat terhadap jumlah pendapatan yang diterima. Peninjauan
dalam perspektif ekonomi Islam karena adanya bahan tambahan natrium
metabulsufit dalam proses produksi gula merah. Natrium metabulsufit jika
digunakan secara berlebihan dapat membahayakan kesehatan konsumen.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana usaha produksi gula merah
dalam meningkatkan pendapatan petani dan apakah usaha produksi gula merah di
Desa Bagan Jaya sudah sesuai dengan perspektif ekonomi Islam.
Subjek dalam penelitian adalah petani gula merah di Desa Bagan Jaya. Penelitian
ini dilakukan mulai tanggal 22 Februari – 21 Mei 2022 atau kurang lebih tiga
bulan lamanya. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research)
dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data dengan cara wawancara,
observasi dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukan usaha produksi gula merah di Desa Bagan Jaya
sangat membantu dalam meningkatkan pendapatan petani, hal ini terlihat dari
selisih antara biaya yang digunakan dengan hasil yang dicapai. Petani sudah
menerapkan prinsip-prinsip produksi dalam ekonomi Islam yaitu prinsip motivasi
berdasarkan keimanan, azas manfaat dan maslahat, harus optimis, dan
menghindari praktik produksi yang haram. Namun, prinsip mengoptimalkan
kemampuan akal dan sikap tawazun belum sepenuhnya diterapkan.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah usaha produksi gula merah dalam
meningkatkan pendapatan petani di Desa Bagan Jaya sudah terealisasi dengan
baik. Prinsip-prinsip produksi dalam ekonomi Islam belum sepenuhnya diterapkan
petani karena rendahnya pengetahuan yang dimiliki.
